Murah dan mahal itu adalah sesuatu yang relatif. Tergantung dengan nilai yang ditukar dengan biaya tersebut. Sebagai contoh harga mobil. Sebuah mobil tua dengan fasilitas seadanya, beberapa sambungan kerangkanya sudah goncang, body nya sudah lecet semua, serta mesin yang rembes atau sudah oblak di sana sini, kemudian dijual dengan harga 100 juta tentu terasa terlalu mahal.
Bandingkan dengan harga (taruhlah "hanya") 200 juta untuk sebuah mobil Ferrari atau Lamborghini terbaru tahun 2018. Tentu harga segitu adalah harga yang sangat murah. Karena pasarannya bisa mencapai 2 miliar atau bahkan lebih.
Walaupun untuk mobil pertama hanya 100 juta sedangkan untuk mobil kedua adalah 200 juta, namun orang masih menganggap bahwa mobil kedua jauh lebih murah.
Sehingga harga murah atau mahal itu relatif yang sangat tergantung dengan nilai yang ditukar dengan harga tersebut. Bukan dilihat dari harganya. Pun demikian dengan software.
Dari sini bisa digambarkan mengapa Sebuah software ada kalanya murah dan ada kalanya mahal. Banyak faktor yang mempengaruhi. Diantara faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
Yang pertama : Pertimbangan apakah software tersebut sudah jadi atau baru pengembangan
Jika software tersebut sudah jadi, artinya anda membeli sebuah software yang sudah menjadi kopian. Berarti vendor sebelumnya sudah pernah mengembangkan software tersebut. Sehingga di dalamnya sudah tidak ada unsur biaya pengembangan lagi.
Bandingkan dengan software yang vendor belum pernah mengerjakan sebelumnya. Tentu biaya yang muncul adalah biaya pengembangan. Di mana di dalam biaya pengembangan ini tentu ada biaya gaji programer, operasional, transport, internet connection, diskusi jasa dan lain sebagainya. Sedangkan pada software "kopian", biaya-biaya ini tidak ada.
Yang kedua : Pertimbangan servicenya
Harus bisa dilihat dan ditanyakan ke vendor tersebut apa saja servicenya.
Sebuah software sistem informasi yang memasukkan service premium ke dalam biaya pembelian tentu akan lebih mahal dari vendor yang tidak memberikan service premium ke dalam paket pembeliannya. Di antara servis yang biasanya ada dalam paket pembelian adalah jasa instalasi, garansi perbaikan jika terjadi error, dan pendampingan.
Selain itu juga include didalam maksud pendampingan adalah berupa training dan menjawab berbagai pertanyaan seputar software baik secara langsung maupun tidak langsung menggunakan telepon, video conference, atau whatsApp misalnya. Dan juga jika ada masalah terhadap software yang dijual maka ada layanan remote yang bisa menggunakan software TeamViewer atau Anydesk.
Jika servis-servis tersebut ada dalam paket penjualan tentunya akan membuat harga jadi lebih mahal.
Yang ketiga : Faktor Brand
Sebuah vendor perusahaan besar yang sudah memiliki nama di dunia pengembangan software sistem informasi biasanya akan ngecas biaya lebih mahal dari yang lain. Mengapa? Karena mereka telah terbukti sebelumnya pernah mengerjakan software di berbagai perusahaan.
Apa lagi vendor yang sudah biasa main di kelas atas. Seperti contohnya vendor-vendor luar negeri yaitu SAP, JD Edward atau Oracle, BAN, IBM, dan lain sebagainya. Harga yang mereka tetapkan biasanya sangat mahal.
Selain pembuktian telah digunakan di berbagai perusahaan besar adalah permainan branding saja. Jadi marketing nya dikemas dengan sedemikian rupa menggunakan teori-teori branding profesional sehingga dapat mengangkat harga jauh lebih tinggi dari harga riil. Karena terkadang walaupun produk yang biasa-biasa saja namun jika dikemas dengan apik menggunakan branding yang optimal dan tepat maka harga menjadi lebih mahal.
Yang Keempat : Faktor Investasi
Pengembangan sebuah software sistem informasi belum anda anggap sebagai sebuah investasi masa depan bagi perusahaan anda. Anda masih menganggap bahwa pengembangan software adalah sebuah penunjang saja terhadap kinerja perusahaan anda.
Padahal Jika yang anda maksud adalah software sistem informasi terintegrasi maka hal tersebut adalah sebuah investasi jangka panjang yang berhubungan dengan urat nadi proses bisnis anda. Sehingga dari sini ada tidak tepat dalam menakar biayanya. Tentu di benak kita bahwa biaya untuk pengadaan program penunjang adalah jauh lebih murah daripada investasi.
Jadi kadang mindset yang ada di pikiran kita lah yang harus dirubah.
Sebagaimana contoh harga mobil yang saya sebutkan diawal tulisan di atas bahwa harga 200 juta itu masih dianggap sebagai harga yang lebih murah daripada harga 100 juta. Mengapa bisa demikian padahal secara nominal tentu yang 200 juta lebih mahal.
Tidak lain adalah karena mindset. Karena harga 200 juta berhubungan dengan sebuah mobil yang sangat mahal, sedangkan yang 100 juta berhubungan dengan mobil yang sangat murah. Jadi pembanding itu perlu.
Demikian sedikit ulasan Mengapa software terasa mahal bagi saya. Semoga membantu.
Whatsapp 1

