INTELLECTUAL PROPERTY COMMAND CENTER

Jasa Pembuatan
Software Manajemen
Lisensi / HAKI

Bangun sistem untuk mengelola aset kekayaan intelektual, lisensi, dokumen, kontrak, masa berlaku, approval, histori, dan reporting dalam satu pusat kontrol digital.

IP Asset License Contract Reporting
Sistem informasi untuk pengelolaan aset dan data bisnis
Integrated IP Information System
CONTROL
360°
IP WORKFLOW
Asset → License → Report
151K+ Hak Cipta
130K+ Merek
13K+ Paten
6K+ Desain Industri
12K+ Program Komputer
THE IP MANAGEMENT PROBLEM

Jangan biarkan aset KI
hilang di antara dokumen.

Pengelolaan kekayaan intelektual dapat melibatkan banyak objek, pemilik, dokumen, kontrak, lisensi, tanggal, dan aktivitas. Ketika informasi disimpan di berbagai spreadsheet atau folder, proses pencarian dan monitoring dapat menjadi lebih sulit.

01
Data aset tersebar
02
Dokumen sulit ditelusuri
03
Tanggal penting terpisah
04
Reporting manual
Pengelolaan administrasi dan dokumentasi bisnis secara digital
Documents & Administration
FROM RECORD KEEPING TO IP CONTROL

Satu sistem untuk
menghubungkan seluruh lifecycle KI.

Software manajemen lisensi / HAKI dapat dirancang sebagai pusat data untuk mencatat aset, pemilik, lisensi, dokumen, kontrak, periode, aktivitas, serta output laporan.

01 / ASSET

IP Registry

Pusat data untuk mengelola objek KI beserta atribut, status, pemilik, dan informasi pendukung.

02 / LICENSE

License Control

Pencatatan pihak terkait, jenis lisensi, periode, ketentuan, dan informasi penggunaan.

03 / CONTRACT

Contract Archive

Pengelolaan dokumen kontrak dan informasi penting yang berkaitan dengan hubungan lisensi.

04 / INSIGHT

IP Dashboard

Ringkasan aset, status, periode, lisensi, aktivitas, dan laporan untuk kebutuhan monitoring.

Pengembangan software custom untuk kebutuhan manajemen kekayaan intelektual
Custom IP Management Software
MODULE ARCHITECTURE

Modul dibuat berdasarkan
lifecycle aset KI.

Struktur modul dapat disesuaikan dengan jenis organisasi, jumlah aset, proses lisensi, kebutuhan dokumen, dan pola approval.

01

Master IP

Master data hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, dan objek KI lainnya sesuai kebutuhan.

02

License Management

Pencatatan lisensi, pihak terkait, hak penggunaan, periode, status, dan informasi komersial.

03

Document Center

Pengelolaan dokumen pendukung agar informasi tidak bergantung pada folder dan spreadsheet yang terpisah.

04

Expiry Monitoring

Pemantauan tanggal penting dan status periode berdasarkan data yang dicatat di dalam sistem.

05

Approval Workflow

Alur review dan persetujuan dapat disusun berdasarkan struktur organisasi dan jenis transaksi.

06

Reporting

Laporan dapat dipetakan berdasarkan status aset, jenis KI, lisensi, periode, pemilik, dan kebutuhan manajemen.

07

Role & Permission

Hak akses dapat dibedakan antara administrator, legal, management, pemilik aset, dan pengguna lainnya.

08

Activity History

Histori perubahan dan aktivitas dapat dirancang agar proses pengelolaan lebih mudah ditelusuri.

IP DATA SNAPSHOT

Skala aktivitas KI membuat
data management semakin penting.

Data DJKI menunjukkan beragam kategori kekayaan intelektual memiliki aktivitas permohonan yang besar. Angka ini memberi konteks mengapa sistem pengelolaan internal perlu mampu membedakan objek, status, dokumen, dan aktivitas.

151.197
permohonan hak cipta
DJKI, hingga 30 Nov 2024
130.253
permohonan merek
DJKI, hingga 30 Nov 2024
13.614
permohonan paten
DJKI, hingga 30 Nov 2024
6.769
permohonan desain industri
DJKI, hingga 30 Nov 2024
12.953
pencatatan program komputer
DJKI, sepanjang 2024
Sumber data: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum RI. Angka merupakan data permohonan/pencatatan dan bukan jumlah aset yang dikelola oleh software.
IP LIFECYCLE

Dari pencatatan sampai
reporting.

01

Register

Masukkan objek KI dan informasi dasarnya ke dalam sistem.

02

Classify

Kelompokkan jenis aset, pemilik, status, dan atribut yang diperlukan.

03

License

Catat hubungan lisensi, pihak terkait, periode, dan ketentuan.

04

Document

Hubungkan dokumen pendukung dan kontrak dengan data aset.

05

Monitor

Pantau status, periode, aktivitas, dan perubahan data.

06

Report

Ubah data menjadi ringkasan dan laporan untuk kebutuhan organisasi.

Sistem pengelolaan proses dan aktivitas secara terstruktur
Workflow & Activity Management
CORE LOGIC
ASSET → LICENSE → DOCUMENT → REPORT

Struktur ini dapat dikembangkan sesuai workflow organisasi dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya model pengelolaan HAKI.

DECISION MATRIX

Pilih pendekatan berdasarkan
kompleksitas pengelolaan.

Kriteria Spreadsheet Dokumen Terpisah Software Custom
Master aset Tabel Terpisah Database terstruktur
Dokumen Link/file terpisah Folder Dapat dihubungkan dengan data aset
Workflow Manual Manual Dapat dirancang
Reporting Manual Manual Dashboard & laporan dapat disesuaikan
Role & permission Terbatas Terpisah Dapat dikonfigurasi
HAKI MANAGEMENT GUIDE

Apa yang perlu diperhatikan saat membangun software manajemen lisensi / HAKI?

Software manajemen lisensi dan HAKI bukan sekadar database. Sistem perlu mampu menggambarkan hubungan antara aset, pemilik, dokumen, lisensi, kontrak, periode, aktivitas, dan laporan.

1. Tentukan objek kekayaan intelektual yang dikelola

Organisasi dapat memiliki lebih dari satu jenis aset kekayaan intelektual. Contohnya dapat berupa hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, atau bentuk KI lain yang relevan dengan aktivitas organisasi.

Karena struktur masing-masing objek dapat berbeda, master data sebaiknya tidak dibuat terlalu kaku. Field yang diperlukan untuk satu jenis aset belum tentu sama dengan jenis aset lainnya.

2. Bedakan aset KI dan lisensinya

Satu aset dapat memiliki hubungan dengan satu atau beberapa aktivitas lisensi. Karena itu, desain database perlu membedakan entitas aset dari entitas lisensi agar histori dan status dapat ditelusuri dengan lebih jelas.

Model sederhana:
IP Asset → License Agreement → Period → Activity → Report

3. Jadikan dokumen bagian dari workflow

Dalam pengelolaan lisensi, informasi kontrak dan dokumen pendukung dapat menjadi bagian penting dari proses. Software dapat dirancang agar metadata dokumen terhubung dengan aset atau transaksi terkait, sehingga pengguna tidak hanya melihat file tetapi juga konteks file tersebut.

Untuk organisasi yang memiliki proses legal lebih luas, kebutuhan tersebut dapat dikembangkan bersama workflow dokumen. Referensi yang relevan dalam library internal adalah software legal untuk pengelolaan dokumen dan administrasi perusahaan.

4. Buat monitoring tanggal penting

Lisensi dan kontrak dapat memiliki tanggal mulai, tanggal berakhir, periode perpanjangan, atau tanggal lain yang penting bagi pengelola. Sistem dapat menyediakan status berdasarkan tanggal dan aturan yang ditentukan organisasi.

Hal yang perlu dibedakan adalah reminder sistem dengan jaminan hukum. Software membantu mengelola informasi dan workflow, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan hukum atau keputusan pemegang hak.

5. Kelola hak akses secara eksplisit

Tidak semua pengguna harus dapat melihat atau mengubah semua informasi. Data tertentu mungkin hanya boleh diakses oleh administrator, legal, management, pemilik aset, atau pihak lain sesuai kewenangan organisasi.

Karena itu, role dan permission sebaiknya dirancang bersamaan dengan requirement bisnis, bukan ditambahkan sebagai detail terakhir.

6. Gunakan dashboard untuk menjawab pertanyaan manajemen

Dashboard sebaiknya tidak hanya menunjukkan jumlah aset. Pengelola mungkin membutuhkan informasi seperti jumlah aset berdasarkan jenis, status lisensi, periode kontrak, pemilik, atau aktivitas tertentu.

Dengan pendekatan berbasis pertanyaan, visualisasi menjadi lebih terarah dan tidak sekadar menjadi kumpulan grafik.

DATA CONTEXT

DJKI mencatat hingga 30 November 2024 terdapat 151.197 permohonan hak cipta, 130.253 permohonan merek, 13.614 permohonan paten, dan 6.769 permohonan desain industri. Data tersebut menunjukkan banyaknya aktivitas KI yang membutuhkan administrasi dan pencatatan, meskipun tidak berarti seluruh permohonan tersebut berada dalam satu sistem manajemen.

7. Software harus dapat berkembang bersama proses organisasi

Kebutuhan organisasi dapat berubah. Hari ini sistem mungkin hanya mengelola aset dan lisensi; pada tahap berikutnya dapat membutuhkan approval, reporting, integrasi, atau modul lain.

Karena itu, pendekatan pengembangan custom perlu diawali dengan requirement yang jelas dan arsitektur yang mempertimbangkan kebutuhan pengembangan berikutnya.

Untuk organisasi yang membutuhkan sistem informasi dengan cakupan lebih luas, halaman software universitas & SIAKAD custom juga relevan sebagai referensi ketika pengelolaan KI menjadi bagian dari ekosistem institusi pendidikan.

8. Pertimbangkan integrasi sejak tahap awal

Jika organisasi sudah memiliki sistem legal, document management, ERP, CRM, atau sistem internal lainnya, kebutuhan integrasi sebaiknya dibahas sejak discovery. Hal yang perlu dipetakan antara lain sumber data, API, autentikasi, arah sinkronisasi, dan aturan kepemilikan data.

Untuk kebutuhan integrasi dengan sistem pelanggan atau data relasi bisnis, referensi software CRM custom dapat membantu memetakan konsep hubungan data dan aktivitas.

9. Jangan menyamakan software dengan layanan hukum

Software manajemen lisensi / HAKI berfungsi sebagai alat pengelolaan data, dokumen, workflow, monitoring, dan reporting. Sistem tersebut bukan pengganti konsultan atau kuasa hukum dan tidak secara otomatis menentukan status hukum suatu aset.

Pemisahan ini penting agar requirement aplikasi tetap realistis dan tidak menghasilkan klaim bahwa software memberikan keputusan hukum secara otomatis.

REQUIREMENT CHECKLIST

Sebelum meminta pengembangan

  • Jenis aset KI apa saja yang dikelola?
  • Siapa pemilik atau pihak terkait?
  • Data lisensi apa yang perlu dicatat?
  • Apakah kontrak perlu dikelola dalam sistem?
  • Tanggal dan periode apa yang perlu dimonitor?
  • Siapa yang dapat membuat dan mengubah data?
  • Apakah membutuhkan approval workflow?
  • Laporan apa yang diperlukan management?
  • Apakah sistem perlu terintegrasi dengan aplikasi lain?
  • Bagaimana histori aktivitas perlu ditelusuri?
FAQ

Pertanyaan sebelum membangun
software manajemen HAKI

Software manajemen lisensi / HAKI adalah sistem untuk membantu organisasi mengelola data aset kekayaan intelektual, lisensi, dokumen, kontrak, periode, aktivitas, hak akses, dan laporan dalam satu lingkungan digital.

Bisa. Struktur aplikasi dapat disesuaikan dengan jenis aset, workflow lisensi, role pengguna, kebutuhan dokumen, approval, dashboard, dan integrasi yang diperlukan.

Sistem dapat dirancang untuk mengelola jenis aset seperti hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, atau kategori lain sesuai kebutuhan organisasi.

Bisa dirancang sebagai modul yang saling terhubung. Data aset dapat dikaitkan dengan lisensi, pihak terkait, periode, kontrak, dan dokumen pendukung sesuai model data yang disepakati.

Sistem dapat dirancang untuk menyimpan tanggal mulai, tanggal berakhir, periode, dan status berdasarkan data yang dimasukkan. Mekanisme reminder juga dapat dirancang sesuai kebutuhan workflow.

Kebutuhan document management dapat dimasukkan ke dalam scope. Dokumen dapat dikaitkan dengan aset, lisensi, kontrak, atau proses tertentu sesuai rancangan aplikasi.

Approval workflow dapat menjadi bagian dari pengembangan. Alurnya perlu disesuaikan dengan struktur organisasi, jenis aktivitas, dan pihak yang memiliki kewenangan.

Dashboard dapat dirancang untuk menampilkan ringkasan aset, jenis KI, status, lisensi, periode, aktivitas, atau indikator lain yang dibutuhkan management.

Integrasi dapat dianalisis berdasarkan sistem yang sudah digunakan, API yang tersedia, autentikasi, sumber data, dan kebutuhan sinkronisasi.

Tidak. Software berfungsi sebagai alat pengelolaan data, dokumen, workflow, monitoring, dan reporting. Penentuan status hukum, strategi perlindungan, dan keputusan legal tetap membutuhkan pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan di bidang hukum kekayaan intelektual.

Kami siap membantu mewujudkan solusi kebutuhan organisasi Anda dan siap berkomitmen hubungan jangka panjang. Mari berdiskusi bersama kami untuk menemukan solusi terbaik bagi kebutuhan Anda! Kontak no. WA: 081-216-309-410! Atau klik tombol hijau di bawah ini!

 Develop by Amanah Solution 2026 | Cassiopeia Extended
 Joomla 6 Framework!