REMUNERATION SYSTEM
Perhitungan Upah Pokok dan Tunjangan
Strategi Remunerasi yang Kompetitif
Strategi Remunerasi yang Kompetitif
Perusahaan membutuhkan sistem remunerasi yang tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik perusahaan dalam memperoleh, mempertahankan, dan memotivasi karyawan. Perhitungan upah pokok, tunjangan, dan manfaat lainnya harus dilakukan secara objektif, transparan, serta selaras dengan struktur organisasi dan kemampuan bisnis perusahaan.
Tahap 01
Analisis Komponen Pengupahan
Melakukan identifikasi seluruh komponen penghasilan yang diterima karyawan, mulai dari upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, insentif, bonus, hingga fasilitas lainnya. Tahap ini bertujuan memastikan struktur kompensasi perusahaan tersusun secara jelas dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
1
Tahap 02
Menentukan Upah Pokok yang Adil
Penetapan upah pokok dilakukan berdasarkan nilai jabatan, tanggung jawab pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, tingkat risiko kerja, serta kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Pendekatan ini membantu menciptakan keadilan internal antar posisi.
2
Tahap 03
Penyusunan Tunjangan dan Benefit
Menyusun berbagai tunjangan seperti tunjangan jabatan, transportasi, makan, kesehatan, komunikasi, maupun benefit lainnya yang relevan. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus memperkuat employer branding perusahaan.
3
Tahap 04
Benchmarking Pasar dan Industri
Melakukan perbandingan tingkat pengupahan dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama. Benchmarking membantu perusahaan memastikan paket remunerasi tetap kompetitif dan mampu menarik talenta terbaik.
4
Tahap 05
Membangun Strategi Remunerasi Berkelanjutan
Sistem remunerasi harus mampu mendukung produktivitas, retensi karyawan, pengembangan karier, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu diperlukan evaluasi berkala agar kebijakan kompensasi tetap relevan terhadap perubahan regulasi maupun kondisi pasar tenaga kerja.
5
Remunerasi yang Tepat Meningkatkan Daya Saing Perusahaan
Sistem pengupahan yang terstruktur, kompetitif, dan sesuai regulasi tidak hanya meningkatkan kepuasan karyawan, tetapi juga mendukung produktivitas, retensi talenta, serta keberlanjutan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Fair Pay
Keadilan Pengupahan
Growth
Mendorong Pertumbuhan Bisnis
FAQ STRUKTUR & SKALA UPAH
Pertanyaan Umum Seputar Penyusunan
Struktur dan Skala Upah Perusahaan
Temukan jawaban atas berbagai pertanyaan mengenai penyusunan struktur dan skala upah, regulasi ketenagakerjaan, grade jabatan, remunerasi, implementasi sistem pengupahan, hingga evaluasi berkala untuk memastikan kepatuhan dan daya saing perusahaan.
Struktur dan skala upah adalah susunan tingkat upah dari yang terendah hingga tertinggi dalam perusahaan yang disusun berdasarkan kelompok jabatan, nilai jabatan, masa kerja, kompetensi, serta tanggung jawab pekerjaan. Sistem ini membantu perusahaan menciptakan pengupahan yang adil, transparan, dan sesuai regulasi.
Ya. Perusahaan wajib menyusun dan menerapkan struktur serta skala upah sesuai ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dokumen ini menjadi bukti bahwa perusahaan menerapkan sistem pengupahan secara objektif dan tidak diskriminatif.
Manfaatnya antara lain meningkatkan transparansi pengupahan, meminimalkan konflik internal, mendukung pengembangan karier, meningkatkan retensi karyawan, serta membantu perusahaan mengendalikan biaya tenaga kerja secara lebih terencana.
Grade dan level jabatan ditentukan melalui proses analisis serta evaluasi jabatan dengan mempertimbangkan kompleksitas pekerjaan, tanggung jawab, risiko, kompetensi, pengalaman, dan kontribusi terhadap organisasi.
Upah pokok adalah imbalan dasar yang diberikan kepada karyawan berdasarkan jabatan atau pekerjaan. Tunjangan merupakan tambahan penghasilan yang diberikan untuk mendukung kesejahteraan karyawan, seperti tunjangan jabatan, transportasi, makan, kesehatan, maupun tunjangan tetap lainnya.
Evaluasi jabatan diperlukan untuk memastikan nilai relatif setiap posisi dalam organisasi sehingga perusahaan dapat menetapkan sistem pengupahan yang objektif, adil, dan sesuai dengan tingkat kontribusi masing-masing jabatan.
Rentang gaji ditentukan berdasarkan hasil evaluasi jabatan, kemampuan finansial perusahaan, survei pasar tenaga kerja, regulasi ketenagakerjaan, serta strategi remunerasi yang ingin diterapkan perusahaan.
Sosialisasi dilakukan agar karyawan memahami dasar penetapan upah, mekanisme kenaikan gaji, sistem grade jabatan, serta hak dan kewajiban yang berkaitan dengan kebijakan pengupahan perusahaan.
Sangat disarankan. Perusahaan perlu melakukan review berkala untuk menyesuaikan perubahan organisasi, perkembangan bisnis, kondisi pasar tenaga kerja, inflasi, serta perubahan regulasi ketenagakerjaan.
Perusahaan berisiko mengalami ketidakadilan internal, kesulitan dalam pengelolaan remunerasi, meningkatnya turnover karyawan, serta potensi sanksi administratif akibat ketidakpatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
Struktur upah yang jelas memberikan motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja karena tersedia jalur pengembangan karier serta peluang peningkatan penghasilan yang transparan.
Tidak. Remunerasi mencakup seluruh imbalan yang diterima karyawan, seperti gaji, tunjangan, bonus, insentif, fasilitas kerja, program kesejahteraan, dan penghargaan berbasis kinerja.
Benchmarking membantu perusahaan mengetahui posisi daya saing kompensasi dibandingkan perusahaan lain sehingga dapat menarik, mempertahankan, dan memotivasi talenta terbaik.
Evaluasi sebaiknya dilakukan minimal satu kali dalam setahun atau ketika terjadi perubahan signifikan pada struktur organisasi, strategi bisnis, regulasi pemerintah, maupun kondisi pasar tenaga kerja.
Perusahaan perlu melakukan implementasi yang terstruktur, sosialisasi kepada seluruh karyawan, monitoring berkala, evaluasi efektivitas sistem, serta perbaikan berkelanjutan agar struktur dan skala upah tetap relevan, kompetitif, dan sesuai kebutuhan organisasi.
